Aku melihat garis-garis di wajahmu mulai mengerut
tapi aku juga aku juga melihat, senyum mamah masih cantik
setiap kali aku hendak pergi..
tak pernah sekalipun mamah lupa menyempatkan waktu mengantarkan aku sampai pekarangan
dan sampai aku menghilang di ujung jalan
tak pernah sekalipun mamah marah ketika aku belajar masak dan gagal
tak pernah sekalipun mamah lupa menyiapkan mantel di motorku agar aku tak kehujanan
tak pernah sekalipun mamah luput untuk mengalbumkan foto-foto masa kecilku
lewat doa-doa mamah, aku bisa mengaji
lewat doa-doa mamah, hidayah Allah turun dari langit
lewat doa-doa mamah, aku menjadi kuat
lewat doa-doa mamah, orang menyangka aku pintar
lewat doa-doa mamah, segalanya menjadi mudah
Mah...
tanda cintamu banyak sekali
sehingga tak cukup lisan dan tuts keyboard ini merangkainya
biar aku keras kepala
biar aku kadang-kadang menyebalkan
biar aku sering merepotkan
tapi aku ingin seluruh dunia dan seisinya tahu
kalau aku amat sangat menyayangimu
dan mamah tidak pernah salah mendidikku
tidak pernah salah mah...
Mah...
aku belum bisa memberikan dunia kepadamu
aku juga belum bisa memberikan seorang menantu apalagi cucu
karena itu semua Allah yang mengatur
dan setiap manusia memiliki bagiannya sendiri-sendiri
tapi aku kini sedang berusaha
untuk menjadi perempuan yang baik menurut Islam
agar aku bisa memudahkan jalanmu ketika kita semua menghadap-Nya
aku ingin mamah dan bapak masuk surga
doakan aku ya mah... (pastinya)
Insya Allah suatu saat akan aku bawakan dia ke hadapanmu
seseorang yang baik dan yang lembut hatinya
kupintakan restu mamah dan bapak untuk menikah dengannya
dan menyempurnakan setengah dien-ku
semoga kita diberi umur panjang dan keberkahanNya
sehingga hari tuamu akan semarak dengan celoteh anak-anak kami
I Luv U mamah...


Tidak ada komentar:
Posting Komentar