30 November 2008

waktu kesal

Jika kita marah... itu wajar...
Jika kita kesal... itu juga wajar...

Namanya manusia, pasti adakalanya kesal, marah, gemas, geregetan, dll.
Tapi pasti adakalanya juga rasa senang, bahagia, terharu, dll.

Kita bisa marah, kita bisa kesal, kita bahagia, kita bisa legowo... itu bagaimana kita memenej diri sendiri.
Kadang-kadang memang susah ya... Kalo ada orang lain menyakiti hati kita, rasanya ingin membalas. Tapi kan itu nggak boleh.

Yang aku ingat, waktu aku sekolah, guruku pernah mengatakan:
"jangan mencubit kalau tidak mau dicubit"
artinya: 
Jika kita ingin orang lain baik dengan kita, ya berbaiklah kita pada orang lain.
Jika kita ingin dihargai, ya hargailah orang lain.

Jadi, ketika kita sudah berbaik pada orang lain dan ternyata mendapatkan yang sebaliknya... Sedih juga yaaa...
Mudah-mudahan bisa dilalui dengan baik.

Aku juga sadar, aku ini orang yang sangat penuh khilaf. Khilafku ini akan lebih baik jika ada yang menegur.. Jadi ya sama-sama..

Pastinya.... Sebuah kata sakti yang akan meluruhkan benteng-benteng keamarahan adalah.... Maaf...

28 November 2008

Sajak Hari

Pagi hari,

hembusan angin meniup dedaunan, mengguncang titik embun dan jatuh ke tanah, duhai sejuknya...

***

Siang hari,

pendar mentari terasa terang menyilau, merangkai hati untuk saling berbagi, duhai hangatnya...

***

Senja hari,

kicau burung-burung penuhi udara, semarakkan dunia dan angkasa raya, duhai merdunya...

***

Malam hari, 

kumpulan bebintang genapkan malam, ketipannya menembus batas kalbu, duhai syahdunya...

***

Kuingin terus merangkainyamenjadi satu untaian makna yang mendalam

karena aku... mencintai-Mu.

Cintailah Anak-anak

Sering orang lupa, karakter dan kecerdasan seseorang itu terbentuk pada saat usia anak-anak.

Pada saat seorang bayi lahir, ia memiliki 1 milyar (tolong koreksi jika salah) sel saraf/ neuron. Sel2 saraf ini akan berkembang dengan pesat dan saling terhubung satu sama lain jika diberi rangsangan. Bisa dikatakan otak mereka menyerap seperti spons. Semakin ia besar, semakin sulit otak dapat menyerap, sehingga pada usia remaja sel saraf yang tidak terpakai akan mereduksi. Dan berhentilah sampai di situ kemampuannya. Karenanya sebagai orang dewasa, sebisa mungkin belajar mengarahkan anak-anak dan memberi rangsangan yang baik. Hasilnya akan di tuai bukan pada saat itu, tapi kelak pada saat ia dewasa dan terjun di masyarakat.

Jadi, buat temen2ku yang udah jadi ibu2... tolong diperhatikan anaknya yaa...

Satu lagi, karena masa anak2 adalah masa bermain... so, memberikan suatu konsep pada anak sebisa mungkin menggunakan metode "bermain sambil belajar". Aku juga masih belajar kok untuk demikian.

Ya, pada akhirnya semoga info ini berguna buat siapa aja yang udah baca ini. Kalo yang udah tau, aku sekedar mengingatkan. Silahkan praktikkan pada anaknya, cucunya, sepupunya, adiknya, muridnya, atau tetangganya, dan lain-lain. Jangan anggap sepele anak2 lhooo... Insya Allah barokah. Semoga Allah swt meridhoi kita semua. Aamin. Sekali lagi, tolong koreksi jika pernyataan ini ada kesalahan ya... literaturnya gak kebawa.

(trims to "Guru Besarku"-Psikolog n Pemerhati Anak-Ibu Ery Soekresno, yang telah "membuka" mataku lebar2 tentang pembelajaran yang menyenangkan; yang mengajari jiwaku menjadi lebih peka terhadap anak-anak; yang mendorong aku menjadi berani; dan yang mengajakku terjun langsung pada sisi lain anak-anak).

I luv U bu... Hope Allah swt always bless every step of urs.

24 November 2008

Kata Hati

Di luar mendung hari ini, membawa pergi lembayung senja yang menitipkan berjuta-juta harapan yang disematkan di dalam dadaku. Pada daun yang bertaburan, aku melihat tarian gemulai sang bidadari yang mengabarkan bahwa aku melupakan sesuatu. Di sana ada kesahajaan desau angin, padahal sang surya akan segera beranjak. Apakah cara alam menawarkan keindahan dapat membawakanku secangkir kehangatan? Tentu saja! Bahkan menjadikanku seakan membuka jendela memori yang di dalamnya terdapat rajutan cerita indah seperti dongeng tidur. Aku mengintipnya, dan di sana... Ada kau.

(Teruntuk pasangan jiwaku dimanapun dia berada).

Sendiriku


Kalau aku mencintaimu...
aku harus bagaimana agar dapat sampai kepadamu?
aku ingin berlari kearahmu...
tapi tak tahu dimana kau berdiri
aku ingin beranjak kepadamu...
tapi tak tahu dimana kau berpijak
haruskah aku menunggu saja
desiran rindu dari arah mata angin hatimu
yang mungkin saja terlewati?
atau, aku harus mencarimu di setiap pojok jiwa?
jika demikian,
biarlah waktu yang menjadi saksi
dimana kita kan berjumpa.

(teruntuk pasangan jiwaku dimanapun dia berada)


dinamika dunia maya


Kenapa ya... kadang-kadang niat baik nggak seiring dengan yang diharapkan. 
Mungkin ini cobaan buatku... Ga papa sih... tapi sedih juga...

Sebenernya, aku ini orang yang sangat berusaha untuk objektif dalam memandang segala hal, termasuk urusan jodoh di dunia maya. Aku sendiri aktif di dunia cyber ini sejak tahun 2002. Selama rentang waktu itu, jujur aku bertemu dengan banyak orang-orang baru.
Dulu itu, temen-temen chatingku baik-baik. Mungkin karena internet baru bisa diakses oleh kalangan tertentu dan belum marak seperti sekarang, jadi penggunanya juga rata-rata orang kantoran yang hampir rata-rata programmer. Hampir semua list di YM-ku menjadi sahabat baikku. Selain ada yang kopi darat, kisah cinta perjalanan mereka juga aku tahu. Mulai dari curhat-curhatnya, bagaimana ketemunya, sampai udah pada punya anak. Ada yang bingung ngehadapin bapak ceweknya yang galak. Ada yang ketemu di depan kantornya karena sering lewat. Ada yang ketemu waktu di lapangan bola, dll. Seru deh pokoknya! Dan semuanya berakhir happy ending :-) Mereka suka manas-manasin sih, tapi juga selalu kasih support buatku karena aku belum juga ada kemajuan.
Tapi itu duluuu, sekarang mereka udah jarang online. Ya aku ngertilah pasti karena ada skala prioritas yang lebih penting setelah berkeluarga. Jadi untuk YM-an udah nggak zamannya lagi... Dan akupun ikut jarang online, di samping aku juga ada kesibukan.

Aku selalu beranggapan, kita tidak tahu dimana akan bertemu dengan jodoh kita. Bukan berarti aku tidak berusaha di dunia nyata, tapi aku juga berusaha lewat dunia maya. Kata orang, di dunia maya itu validitasnya rendah, banyak yang iseng. Tapi aku beranggapan ya mungkin 99% main-main, tapi mudah-mudahan aku termasuk di dalam sisanya yang 1%.

Tapi sekarang, waktu aku mulai online lagi di dunia cyber. Ternyata di sini udah semakin semarak. Temenku juga nambah banyak lagi. Tapi kok ya yang baik bisa dihitung...

Mudah-mudahan yang udah membaca ini... yang tadinya niat iseng jadi nggak iseng. Aamin. Karena aku hanya orang baik-baik yang ingin bertemu orang baik-baik dan berteman baik-baik. Syukur-syukur ketemu jodoh di sini. nggakpun nggak masalah.