26 September 2007

Prasangka

Ceritanya begini...

Aku pergi untuk suatu keperluan dengan mengendarai motor. Sambil santai dan waspada aku melenggang saja di jalan raya. Tiba-tiba, bunyi klakson sebuah angkot terdengar nyaring tepat di belakangku, tin... tin... tin... Terus dan terus.... Telingaku pengang. Aku jadi mengumpat dalam hati... Perasaan dah minggir deh! Apalagi banyak bus berseliweran!

Akhirnya, aku berjalan lebih merapat ke sisi supaya angkot itu tenang. Betul khaann.... Angkot itu menyalip aku. Heran, setelah ia di depanku, klakson itu masih saja dibunyikan oleh supirnya. Tin... tiiin... tin... Aku kan jadi penasaran! Kok masih bunyi?!! Aku perhatikan saja isinya, angkot itu masih kosong ya, belum ada penumpang. Nah lho....

Ternyata.... si supir angkot itu memang sedang mengklaksonkan para pengguna jalan di sepanjang pinggir jalan raya, maksudnya untuk mengajak orang-orang itu supaya naik Angkotnya! Astaghfirullah..! Aku sudah salah sangka... Ya ampuun...! Akhirnya, aku malah tertawa-tawa.... Menertawakan diri sendiri. Lucu aja. Duuuhhh... GR banget sihhh!!!

Refleksi:
Mungkin, hal seperti ini bisa terjadi pada siapa saja dan dalam bentuk apa saja. Dan memang sudah fitrahnya manusia untuk berprasangka. Tinggal kita yang memilih, mau prasangka baik atau prasangka buruk? Akupun masih harus belajar tentunya.Jadi, yuk berhati-hatilah dengan prasangka.

Tidak ada komentar: