Suatu pagi.....
di tepi jalan raya kota Jakarta, laki-laki paruh baya menarik gerobak tua.
Tahukan wahai sahabat...
Dua anak kecil dan seorang perempuan dewasa duduk di dalamnya. Mungkin anak dan istrinya.
Pakaian yang melekatnya amatlah lusuh. Rambut anak-anaknya yang kemerahan berusaha di sisir rapi oleh sang bunda. Tak luput dari mataku.
keesokan harinya... Pemandangan itu melintas lagi. Di tempat yang sama. Semuanya tertawa.... Bahagia... Ada setumpuk semangat terpancar dari wajah-wajah polosnya.
Keesokan harinya lagi... Aku melihatnya lagi. Masih di tempat yang sama. Kali ini semua diam... Mungkinkah menahan lapar?
Dan setiap pagi aku melihatnya... Selalu di tempat yang sama.
Kadang tertawa.... Kadang membisu...
Aku tak tahu kemana mereka pergi. Yang kutahu, setiap pagi meramaikan Jakarta.
Tak peduli riuhnya kota...
Tak peduli rintikan hujan...
Tak peduli penatnya cuaca...
Lalu... Apa yang aku lakukan?? Tidak ada!!
Rasanya sangat tak berarti jika hanya berempati.
Semoga saja......... kita bisa belajar dari kesahajaan keluarga kecil itu.
(Jakarta, 2005).
Langganan:
Posting Komentar (Atom)


Tidak ada komentar:
Posting Komentar